Tampilkan postingan dengan label Analisis Perancangan Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisis Perancangan Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juni 2014

Optical Fiber (Kabel Serat Optik)

Sejarah

Penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru sekitar tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama serat optik. Percobaan ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun harus melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi. Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuawan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar.

Virtual Private Network (VPN)


                                         


        VPN adalah singkatan dari virtual private network, yaitu jaringan pribadi (bukan untuk akses umum) yang menggunakan medium nonpribadi (misalnya internet) untuk menghubungkan antar remote-site secara aman. Perlu penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site.

Pengantar Analisis Perancangan Jaringan Komputer

Pengertian Analisis dan Perencanaan Jaringan Komputer :
Kegiatan yang dilakukan untuk mengkaji dan menelaah sebuah jaringan komputer, dengan tujuan menyusun kembali perencanaan yang lebih baik agar tercipta jaringan komputer yang efektif dan efisien.
Banyak hal yang perlu di perhatikan. ada 2 elemen dasar dalam membangun sebuah jaringan, yaitu:
1.    Komponen Hardware
Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel dan topologi jaringan. 
2.    Komponen Software
Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.
Selain itu kita juga masih membutuhkan perangkat selain 2 elemen dasar diatas.
1. NIC Adapter

Kamis, 05 Juni 2014

Soal No 3 UAS



      Rancanglah data center dan jaringan komputer yang efektif dan efisien dengan ketentuan:
a.       Data center minimal melayani 30 aplikasi/ service yang berdiri sendiri dengan kebutuhan minimal hardware pengaplikasi adalah 2 core processor, 2GB memory dan 30 GB Storage.
b.      Data center terdapat pada salah satu gedung yang merupakan pusat jaringan dan terkoneksi ke internet dengan dedicated akses internet 40 Mbps.
c.       Menghubungkan 3 gedung yang setiap gedung mempunyai  lantai.
d.      Jarak antar gedung +/- 100 meter.
e.       Setiap lantai mempunyai minimal 30 komputer.
f.       Setiap gedung mempunyai hotspot untuk perangkat mobile.
g.      Antar gedung mempunyai jalu cadangan.
h.      Seluruh jaringan terkoneksi secara routing.
i.        Aplikasi dan jaringan internal dapat diakses secara remote dari jaringan luar oleh staf tertentu.
j.        Lengkapi dengan gambar dan pembagian IP address yang tepat.
k.      Tuliskan kebutuhan hardware dan software data center, media transmisi, perangkat- perangkat dan fitur yang digunakan beserta penjelasan singkat dari rancangan tersebut.

     Jawab :

  • Rancangan gedung dan perangkat jaringan

Rabu, 21 Mei 2014

Pengganti UTS




11. Tuliskanlah kembali Alamat Blog Saudara.
Jawab:
            www.kimywriter.blogspot.com

22. Jelaskanlah Istilah-istilah berikut ini.
1.     Chanell link
Channel adalah garis trend yang digambar secara paralel, dan baik puncak maupun dasarnya adalah area yang berpotensi mengalami support atau resistance. Berikut gambar dari chanell link :

Langkah untuk menggambar garis channel cukup mudah. Untuk channel naik atau up channel, kita cukup menarik garis paralel pada sudut yang sama seperti garis uptrend lalu geserlah garis tersebut ke posisi baris yang menyentuh puncak yang paling baru. Hal ini harus dilakukan bersamaan saat membuat garis trendline.

      2.    Basic Link
kode instruksi / simbolis yang memiliki sebuah acuan dalam jaringan ke jaringan lain yang dapat digunakan oleh para pengguna.

      3. Horizontal cabel
Sistem pengkabelan horizontal terdiri dari kabel-kabel yang tersusun secara horizontal, terminasi mekanikal, dan patch cords (jumper). Pengertian horizontal disini adalah sistem pengkabelan akan berjalan secara horizontal baik diatas lantai ataupun di bawah atap. Orizontal kabel yang menghungkan host/computer ke 1 wiring closet(antara cross – connect panel di satu wiring closet) sering menggunakan 100 ohm , 4 pair, UTP, solid conductor cable, ditentukan dalam standart ANSI/TIA/EIA – 568 untuk komersial bangunan.
Ada beberapa servis atau system yang harus diperhatikan ketika mendesain suatu sistem pengkabelan secara horizontal, yaitu:

ROUTING DINAMIS DENGAN OSPF

Pada praktikum ini kita akan mengkonfigurasi satu daerah jaringan OSPF. Berikut
jaringan gambaran topologi yang kita rancang. 
                      Dan gambar dibawah ini merupakan gambar topologi secara rinci.
Pada topologi ini memliki 3 router yang terhubung bersama dalam jaringan
10.10.1.0/24 dan setiap router juga memiliki satu jaringan tambahan yang terpasang sebagai
satu jaringan lokal.
Ada tiga elemen dasar konfigurasi OSPF:
- Enable OSPF instance
- OSPF area configuration
- OSPF network configuration
1. Berikut konfigurasi alamat melalui terminal yang akan kita gunakan.
R1
 
R2
 
R3
 
Konfigurasi ini juga dapat kita lakukan melalui interface GUI dengan langkah:
- IP -> Address
Konfigurasi IP Address pada R3.
a. Konfigurasi IP Address port yang terhubung ke R1
 
b. Konfigurasi IP Address port yang terhubung ke R2
 
c. Konfigurasi IP Address LAN R3
2. Kemudian pastikan setingan OSPF instance pada R1, R2, dan R3 seperti gambar
berikut.
 
        Seperti yang terlihat router-id adalah 0.0.0.0, itu berarti bahwa router akan menggunakan salah satu dari alamat IP router sebagai router-id. Dalam kebanyakan kasus, dianjurkan untuk mengatur alamat IP loopback sebagai routerid. Alamat IP loopback adalah maya, alamat perangkat lunak yang digunakan
untuk identifikasi router dalam jaringan. Manfaatnya adalah bahwa alamat loopback selalu up (aktif) dan tidak bisa turun sebagai antarmuka fisik. Protokol OSPF digunakan untuk komunikasi antar router yang diidentifikasi oleh router-id. Antarmuka loopback diatur sebagai berikut:
3. Buat interface bridge pada R1 misalnya dengan nama, "loopback".
Berikut langkah-langkahnya: