Pada praktikum ini kita akan mengkonfigurasi satu daerah jaringan OSPF. Berikut
jaringan gambaran topologi yang kita rancang.
jaringan gambaran topologi yang kita rancang.
Dan gambar dibawah ini merupakan gambar topologi secara rinci.
Pada topologi ini memliki 3 router yang terhubung bersama dalam jaringan
10.10.1.0/24 dan setiap router juga memiliki satu jaringan tambahan yang terpasang sebagai
satu jaringan lokal.
Ada tiga elemen dasar konfigurasi OSPF:
Pada topologi ini memliki 3 router yang terhubung bersama dalam jaringan
10.10.1.0/24 dan setiap router juga memiliki satu jaringan tambahan yang terpasang sebagai
satu jaringan lokal.
Ada tiga elemen dasar konfigurasi OSPF:
- Enable OSPF instance
- OSPF area configuration
- OSPF network configuration
1. Berikut konfigurasi alamat melalui terminal yang akan kita gunakan.
R1
1. Berikut konfigurasi alamat melalui terminal yang akan kita gunakan.
R1
R2
R3
Konfigurasi ini juga dapat kita lakukan melalui interface GUI dengan langkah:
- IP -> Address
Konfigurasi IP Address pada R3.
a. Konfigurasi IP Address port yang terhubung ke R1
- IP -> Address
Konfigurasi IP Address pada R3.
a. Konfigurasi IP Address port yang terhubung ke R1
b. Konfigurasi IP Address port yang terhubung ke R2
c. Konfigurasi IP Address LAN R3
2. Kemudian pastikan setingan OSPF instance pada R1, R2, dan R3 seperti gambar
berikut.
berikut.
Seperti yang terlihat router-id adalah 0.0.0.0, itu berarti bahwa router akan menggunakan salah satu dari alamat IP router sebagai router-id. Dalam kebanyakan kasus, dianjurkan untuk mengatur alamat IP loopback sebagai routerid. Alamat IP loopback adalah maya, alamat perangkat lunak yang digunakan
untuk identifikasi router dalam jaringan. Manfaatnya adalah bahwa alamat loopback selalu up (aktif) dan tidak bisa turun sebagai antarmuka fisik. Protokol OSPF digunakan untuk komunikasi antar router yang diidentifikasi oleh router-id. Antarmuka loopback diatur sebagai berikut:
3. Buat interface bridge pada R1 misalnya dengan nama, "loopback".
Berikut langkah-langkahnya:
untuk identifikasi router dalam jaringan. Manfaatnya adalah bahwa alamat loopback selalu up (aktif) dan tidak bisa turun sebagai antarmuka fisik. Protokol OSPF digunakan untuk komunikasi antar router yang diidentifikasi oleh router-id. Antarmuka loopback diatur sebagai berikut:
3. Buat interface bridge pada R1 misalnya dengan nama, "loopback".
Berikut langkah-langkahnya:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar