Senin, 09 Juni 2014

Virtual Private Network (VPN)


                                         


        VPN adalah singkatan dari virtual private network, yaitu jaringan pribadi (bukan untuk akses umum) yang menggunakan medium nonpribadi (misalnya internet) untuk menghubungkan antar remote-site secara aman. Perlu penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site.
           Menurut IETF, Internet Engineering Task Force, VPN is an emulation of [a] private Wide Area Network(WAN) using shared or public IP facilities, such as the Internet or private IP backbones. VPN merupakan suatu bentuk private internet yang melalui public network (internet), dengan menekankan pada keamanan data dan akses global melalui internet. Hubungan ini dibangun melalui suatu tunnel (terowongan) virtual antara 2 node.
Virtual Network (IP Tunneling)
Virtual Private Network atau yang sering disebut sebagai VPN, adalah sebuah jaringan Private yang menggunakan infrastruktur telekomunikasi Publik untuk saling bertukar informasi, dengan kata lain menciptakan suatu WAN yang sebenarnya terpisah baik secara fisikal maupun geografis sehingga secara logical membentuk satu network tunggal, paket data yang mengalir antar site maupun dari user yang melakukan remote akses akan mengalami enkripsi dan authentikasi sehingga menjamin keamanan, integritas dan validitas data.

Jenis Implementasi VPN
Remote Access VPN
Site-to-site VPN

Tunnel di dalam jaringan diartikan sebagai suatu cara untuk mengenkapsulasi atau membungkus paket IP yang lain. Dimana titik belakang IP Tunnel akan memberikan paket IP melalui Tunnel yang dibuat dan mengirimkannya ke sebuah titik dibelakang tunnel yang lain. Intinya tunneling adalah suatu cara membuat jalur private dengan menggunakan infrastruktur  pihak ketiga. Ketika sebuah paket IP dapat dicapai oleh masing-masing sisi client dibelakang IP Tunnel, maka Tunnel IP Header dan beberapa Tunnel Header tambahan yang membungkus paket IP tersebut akan dilepas dan Paket IP yang asli akan disuntikkan ke dalam IP Stack pada titik dibelakang IP Tunnel.

IP Tunnel juga disebut dengan IP terowongan , merupakan sebuah IP untuk komunikasi antara dua jaringan. Dengan adanya IP Tunnel maka sebuah network bisa join dengan network yang lain, secara tidak langsung dengan membuat terowongan sendiri untuk menggabungkan kedua network tersebut. Jika IP tunnel berhasil maka sudah tidak ada lagi jarak yang memisahkan antara network yang berbeda lokasi. Secara teknisnya IP Tunnel bisa digunakan untuk menghubungkan 2 jaringan yang tidak memiliki jalur routing yang asli satu sama lain, melalui routable protocol yang melintasi jaringan transportasi perantara.

Protokol Tunneling Utama VPN
Point-to-Point Tunneling Protokol (PPTP)
Layer 2 Tunneling Protokol (L2TP)
IPsec

Dalam praktikum, konsep IP Tunnel ini akan mensimulasikan dengan menggunakan dua buah router MikroTik untuk membuat sebuah koneksi Virtual antara dua buah jaringan yang dipisahkan oleh letak geografis, melalui jaringan penengah/intermediate network, misalnya melalui koneksi internet dari ISP.

Fasilitas yang terdapat pada Router MikroTik untuk implementasi Tunneling ini antara lain :
IPIP (IP over IP)
EoIP (Ethernet over IP)
VLAN (Virtual LAN) 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar