11. Tuliskanlah kembali Alamat Blog Saudara.
Jawab:
www.kimywriter.blogspot.com
22. Jelaskanlah
Istilah-istilah berikut ini.
1. Chanell
link
Channel adalah garis trend yang digambar secara paralel, dan baik puncak
maupun dasarnya adalah area yang berpotensi mengalami support atau resistance. Berikut
gambar dari chanell link :
Langkah
untuk menggambar garis channel cukup mudah. Untuk channel naik atau up channel,
kita cukup menarik garis paralel pada sudut yang sama seperti garis uptrend
lalu geserlah garis tersebut ke posisi baris yang menyentuh puncak yang paling
baru. Hal ini harus dilakukan bersamaan saat membuat garis trendline.
2. Basic
Link
kode instruksi / simbolis yang
memiliki sebuah
acuan dalam jaringan ke jaringan lain yang dapat
digunakan oleh para pengguna.
3. Horizontal
cabel
Sistem pengkabelan horizontal
terdiri dari kabel-kabel yang tersusun secara horizontal, terminasi mekanikal,
dan patch cords (jumper). Pengertian horizontal disini adalah sistem
pengkabelan akan berjalan secara horizontal baik diatas lantai ataupun di bawah
atap. Orizontal kabel yang menghungkan host/computer ke 1
wiring closet(antara cross – connect panel di satu wiring closet) sering menggunakan 100 ohm ,
4 pair, UTP, solid conductor cable, ditentukan dalam standart
ANSI/TIA/EIA – 568 untuk komersial bangunan.
Ada beberapa servis atau system yang harus diperhatikan ketika mendesain
suatu sistem pengkabelan secara horizontal, yaitu:
a. Koneksi manajemen komputer dan
telekomunikasi
b. Koneksi keyboard/video/mouse (KVM)
c.
Servis telekomunikasi meliputi suara, modem dan faksimile
d. Wide Area Network (WAN)
e. Local Area Network (LAN)
f. Storage Area Network (SAN)
g.
Perlengkapan dasar switching
h.
Komunikasi data
i.
Sistem pemberian isyarat lainnya pada gedung (seperti
kebakaran, keamana, energi, HVAC, EMS, dan lainnya)
Sistem
pengkabelan secara horizontal dapat dibuat dalam bentuk under-floor atau
overhead. Topologi yang dapat dipasang pada horizontal cabling pada data
center adalah topologi star, maksudnya adalah Jarak yang ditempuh pada sistem
pengkabelan horizontal.
4. Backbond
cabel
Backbone Cable adalah kabel yang menghubungkan wiring closet satu dengan
wiring closet yang lain atau pusat connettion point dapat menggunakan100 ohm
UTP , 62.5/125 – micron atau 50/125 – micron multimode fiber optic, atau
8.3/125 – micron single mode fiber optic. Fungsi dari sistem pengkabelan
backbone adalah untuk menyediakan koneksi antara main distribution area,
horizontal distribution area, dan merupakan entrance area. Sistem pengkabelan
backbone terdiri dari kabel backbone, main cross-connect, horizontal
cross-connect, terminasi mekanikal, dan patch cord (jumper) yang digunakan
untuk koneksi silang backbone-to-backbone. Sistem pengkabelan secara backbone
harus mendukung kebutuhan konektivitas yang berbeda, misalnya LAN, WAN, SAN,
saluran komputer, dan koneksi console perangkat. Pada dasarnya performansi
transmisi tergantung dari karakteristik kabel, perangkat keras yang terhubung,
patch cord dan kabel cross-connect, jumlah koneksi, dan perlakuan fisik
terhadap kabel tersebut.
Cara pengaman
media transmisi jaringan (pengkabelan) yang benar yaitu:
a.
Planning= Membuat rencana agar pengkabelan yang akan dilakukan
tidak mengalami kendala.
b.
Grounding= Sebuah upaya keamanan dengan cara penanaman
kabel ke dalam tanah untuk menghilangkan beda potensial antara logam yang
teraliri arus listrik dengan tanah.
c.
Wiring Closet adalah tempat dimana jaringan dimulai.
d.
Conduit adalah pelindung kabel berbentuk pipa atau kotak
melindungi sepanjang kabel.
e.
Wall plate adalah penanaman kabel didalam
dinding agar pengkabelan menjadi lebih rapi.
13. Rancanglah
jaringan komputer yang menghubungkan 4 Lantai dengan ketentuan:
·
Setiap lantai mempunyai 3 Ruangan
·
Setiap Ruangan mempunyai minimal 30 komputer
·
Seluruh jaringan terkoneksi ke internet secara NAT
·
Seluruh host harus saling terkoneksi secara langsung
·
Lengkapi dengan gambar dan pembagian Ip address yang tepat
Gambar diatas menerapkan topologi
mesh. Dengan topologi mesh, peluang masalah jaringan terputus
dapat diminimasilir. Karena setiap router memiliki rute cadangan untuk menuju
ke router jaringan lain. Sedangkan untuk menghubungkan setiap unit komputer di
setiap ruangan, kita akan menerapkan topologi star karena tidak mungkin untuk
diterapkan topologi mesh untuk menghubung masing-masing unit PC.
Router Utama
Gedung membagi jaringan menjadi 7 Jaringan utama yaitu:
1.
192.168.1.0/30 (Router Utama ke Router1 lantai 1)
Interface di
router Utama=192.168.1.1/30
Interface di
router1
=192.168.1.2/30
1.
192.168.1.4/30 (Router Utama ke Router2 lantai 2)
Interface di
router Utama=192.168.1.5/30
Interface di
router2
=192.168.1.6/30
1.
192.168.1.8/30 (Router Utama ke Router3 lantai 3)
Interface di
router Utama=192.168.1.9/30
Interface di
router3
=192.168.1.10/30
1.
192.168.1.12/30 (Router Utama ke Router4 lantai 4)
Interface di
router Utama=192.168.1.13/30
Interface di
router4
=192.168.1.14/30
1.
192.168.1.16/30 (Router 4 ke Router 3)
Interface di
Router 4 =192.168.1.17/30
Interface di
Router 3 =192.168.1.18/30
1.
192.168.1.20/30 (Router 3 ke Router 2)
Interface di
Router 3 =192.168.1.21/30
Interface di
Router 2 =192.168.1.22/30
1.
192.168.1.24/30 (Router 2 ke Router 1)
Interface di
Router 2 =192.168.1.25/30
Interface di
Router 1 =192.168.1.26/30
>
Lantai satu memiliki sebuah
Router (R1) yang membagi jaringan menjadi 3 segmen jaringan untuk masing-masing
ruangan dengan melakukan subnetting dengan netmask 255.255.255.192 atau /26 dan
ini akan menyediakan 62 host untuk setiap segmen jaringan. Dengan
melakukan subnetting terhadap alamat 192.168.2.0/24 menjadi 192.168.2.0/26,
maka jaringan yang akan terbentuk adalah:
-
192.168.2.0/26 (jaringan dari
Router1 ke Ruangan1)
Interface di Router 1:192.168.2.1/26
Alamat Host yang valid pada jaringan
ini:192.168.2.2/26 – 192.168.2.62/26
-
192.168.2.64/26(jaringan dari
Router1 ke Ruangan2)
Interface di Router
1:192.168.2.65/26
Alamat Host yang valid pada jaringan ini:192.168.2.66/26 – 192.168.2.126/26
-
192.168.2.128/26(jaringan dari
Router1 ke Ruangan3)
Interface di Router 1:192.168.2.129/26
Alamat Host yang valid pada jaringan ini:192.168.2.130/26 –
192.168.2.190/26.
>
Lantai dua juga memiliki sebuah
Router (R1) yang membagi jaringan menjadi 3 segmen jaringan untuk masing-masing
ruangan dengan melakukan subnetting dengan netmask 255.255.255.192 atau /26 dan
ini akan menyediakan 62 host untuk setiap segmen jaringan. Jaringan pada
lantai dua adalah:
-
192.168.3.0/26 (jaringan dari
Router2 ke Ruangan1)
Interface di Router 1:192.168.3.1/26
Alamat Host yang valid pada jaringan
ini:192.168.3.2/26 – 192.168.3.62/26
-
192.168.3.64/26(jaringan dari Router2
ke Ruangan2)
Interface di Router
1:192.168.3.65/26
Alamat Host yang valid pada jaringan ini:192.168.3.66/26 – 192.168.3.126/26
-
192.168.3.128/26(jaringan dari
Router2 ke Ruangan3)
Interface di Router
1:192.168.3.129/26
Alamat Host
yang valid pada jaringan ini:192.168.3.130/26 – 192.168.3.190/26
>
Lantai tiga juga memiliki sebuah
Router (R3) yang membagi jaringan menjadi 3 segmen jaringan untuk masing-masing
ruangan dengan melakukan subnetting dengan netmask 255.255.255.192 atau /26 dan
ini akan menyediakan 62 host untuk setiap segmen jaringan. Jaringan pada
lantai dua adalah:
-
192.168.4.0/26 (jaringan dari
Router3 ke Ruangan1)
Interface di Router 1:192.168.4.1/26
Alamat Host yang valid pada jaringan
ini:192.168.4.2/26 – 192.168.4.62/26
-
192.168.4.64/26(jaringan dari
Router3 ke Ruangan2)
Interface di Router 1:192.168.4.65/26
Alamat Host yang valid pada jaringan
ini:192.168.4.66/26 – 192.168.4.126/26
-
192.168.4.128/26(jaringan dari Router3 ke Ruangan3)
Interface di Router 1:192.168.4.129/26
Alamat Host yang
valid pada jaringan ini:192.168.4.130/26 – 192.168.4.190/26
>
Lantai empat juga memiliki sebuah
Router (R4) yang membagi jaringan menjadi 3 segmen jaringan untuk masing-masing
ruangan dengan melakukan subnetting dengan netmask 255.255.255.192 atau /26 dan
ini akan menyediakan 62 host untuk setiap segmen jaringan. Jaringan pada
lantai dua adalah:
-
192.168.5.0/26 (jaringan dari
Router4 ke Ruangan1)
Interface di Router
1:192.168.5.1/26
Alamat Host yang valid pada jaringan ini:192.168.5.2/26 – 192.168.5.62/26
-
192.168.5.64/26(jaringan dari
Router4 ke Ruangan2)
Interface di Router 1:192.168.5.65/26
Alamat Host yang valid pada jaringan ini:192.168.5.66/26 – 192.168.5.126/26
-
192.168.5.128/26(jaringan dari
Router4 ke Ruangan3)
Interface di
Router 1:192.168.5.129/26
Alamat Host yang valid pada jaringan ini:192.168.5.130/26 –
192.168.5.190/26


Tidak ada komentar:
Posting Komentar