TCP/IP merupakan
sebuah protokol yang mengatur bagaimana suatu node berkomunikasi dengan node
lainnya didalam jaringan. Protokol tersebut berfungsi sebagai bahasa agar satu
komputer dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya.Internet Protocol (IP) merupakan inti dari protokol
TCP/IP, dimana seluruh data yang berasal dari layer-layer diatasnya harus
diolah oleh protokol ini agar sampai ketujuan. Versi Internet Protocol yang
sudah digunakan luas adalah IPv4.
Saat ini ketersediaan
IPv4 sudah hampir habis, untuk itu dikembangkanlah IPv6 dengan 128 bit address.
Dalam pengembangannya, tentu saja terdapat banyak sekali perbedaan antara IPv4
dengan IPv6 ini.
Perbedaan yang paling
terlihat tentu saja pada bentuknya. Pada IPv4 dengan panjang 32 bit
penotasiaannya dapat menggunakan angka desimal, sedangkan pada IPv6 dengan 128
bit tentu saja akan sangat sulit jika harus mengkonversinya kedalam desimal.
Untuk itu, IPv6 menggunakan bentuk hexadesimal.
Contoh :
· IPv4 : 192.168.179.0 / 24
· IPv6 : 2012:6F:: / 32
Dari penulisan IPv6
diatas mungkin akan muncul pertanyaan, “Kenapa penulisannya bisa sangat
pendek?”. Begini, jadi sebetulnya penulisan yang sebenarnya seperti ini :
2012:006F:0000:0000:0000:0000:0000:0000
/ 32
Karena setelah bit ke
32 semuanya 0, bisa detuliskan dengan dobel titik dua saja (‘::’).
Untuk lebih
memahaminya, kita bandingkan antara IPv4 dengan IPv6.
A. Struktur pengalamatan
· IPv4
Pengalamatan IPv4
menggunakan 32 bit yang setiap bit dipisahkan dengan notasi titik. Notasi
pengalamatan IPv4 adalah sebagai berikut:
XXXXXXXX.XXXXXXXX.XXXXXXXX.XXXXXXXX
Dimana setiap simbol X
digantikan dengan kombinasi bit 0 dan 1.
Misalnya:
10000010.11001000.01000000.00000001 (dalam angka biner)
Cara penulisan lain
agar mudah diingat adalah dengan bentuk 4 desimal yang dipisahkan dengan titik.
Misal untuk alamat dengan kombinasi biner seperti diatas dapat dituliskan
sebagai berikut:
130.200.127.254
Penulis sudah
menganggap teman-teman semua sudah bisa mengkonversi dari bilangan biner ke
desimal.
· IPv6
Tidak seperti pada
IPv4 yang menggunakan notasi alamat sejumlah 32 bit, IPv6 menggunakan 128 bit.
Tujuannya adalah agar alokasi alamatnya lebih banyak. Jika pada IPv4 hanya 232 (4,5
x 1010), pada IPv6 mecapai 2128 (3 x 1038).
Notasi alamat IPv6
adalah sebagai berikut:
X:X:X:X:X:X:X:X
Dalam bentuk biner
ditulis sebagai berikut:
1111111001111000:0010001101000100:1011111001000001:1011110011011010:
0100000101000101:0000000000000000:0000000000000000:0011101000000000
Notasi alamat IPv6
dalam bentuk biner sengaja saya tulis untuk menunjukkan betapa panjangnya
alamat IPv6.
Agar lebih mudah
diinget setiap simbol X digantikan dengan kombinasi 4 bilangan heksadesimal
dipisahkan dengan simbol titik dua [:]. Untuk contoh diatas dapat ditulis sbb:
FE78:2344:BE43:BCDA:4145:0:0:3A
Sistem pengalamatan
IPv6 dapat disederhanakan jika terdapat beberapa angka "0" secara
berturutan. Contohnya untuk notasi seperti diatas dapat ditulis:
FE78:2344:BE43:BCDA:4145:0:0:3A
--> FE78:2344:BE43:BCDA:4145::3A
Contoh lagi:
8088:0:0:0:0:0:4508:4545
--------> 8088::4508:4545
B. Sistem pengalamatan
· IPv4
Sistem pengalamatan
IPv4 dibagi menjadi 5 kelas, berdasarkan jumlah host yang dapat dialokasikan yaitu:
·
Kelas A : range 1-126
·
Kelas B : range 128-191
·
Kelas C : range 192-223
·
Kelas D : range 224-247
·
Kelas E : range 248-255
Tapi yang lazim dipake
hanya kelas A,B dan C sedangkan kelas D dipakai untuk keperluan alamat
multicasting dan kelas E dipake untuk keperluan eksperimental. Selain itu pada
IPv4 dikenal istilah subnet mask yaitu angka biner 32 bit yang digunakan untuk
membedakan network ID dan host ID, menunjukkan letak suatu host berada dalam
satu jaringan atau lain jaringan. Contohnya :
- IP address: 164.10.2.1 dan 164.10.4.1 adalah
berbeda jaringan jika menggunakan netmask 255.255.254.0, tetapi akan jika
netmasknya diganti menjadi 255.255.240.0 maka kedua IP address diatas berada
dalam satu jaringan. Caranya:
164.10.2.1
--> 10100100.00001010.00000010.00000001
255.255.254.0
--> 11111111.11111111.11111110.00000000
____________________________________ XOR
10100100.00001010.00000010.00000000 -->
164.10.2.0
Dan
164.10.4.1
--> 10100100.00001010.00001000.00000001
255.255.254.0
--> 11111111.11111111.11111110.00000000
____________________________________ XOR
10100100.00001010.00001000.00000000 -->
164.10.4.0
Operasi XOR caranya
adalah seperti penjumlahan, jika angka "1" jumlahnya genap hasilnya
"1" kalo jumlah "1" ganjil hasilnya "0" (1+1=1,
1+0=0).
Terlihat hasil operasi
XOR dua IP address dengan netmask yang sama hasilnya beda berarti kedua IP
address tersebut berbeda jaringan. untuk contoh berikutnya yang menggunakan
netmask 255.255.240.0 silahkan coba
sendiri.
· IPv6
Pada IPv6 tidak
dikenal istilah pengkelasan, hanya IPv6 menyediakan 3 jenis pengalamatan yaitu:
Unicast, Anycast dan Multicast.
- Alamat unicast yaitu alamat yang menunjuk pada
sebuah alamat antarmuka atau host, digunakan untuk komunikasi satu lawan satu.
pada alamat unicast dibagi 3 jenis lagi yaitu: alamat link local, alamat site
local dan alamat global.
Alamat link local
adalah alamat yang digunakan di dalam satu link yaitu jaringan local yang
saling tersambung dalam satu level. Sedangkan alamat site local setara dengan
alamat privat, yang dipakai terbatas di dalam satu site sehingga terbatas
penggunaannya hanya didalam satu site sehingga tidak dapat digunakan untuk
mengirimkan alamat diluar site ini. Alamat global adalah alamat yang dipakai
misalnya untuk Internet Service Provider.
- Alamat anycast adalah alamat yang menunjukkan
beberapa interface (biasanya node yang berbeda). Paket yang dikirimkan ke
alamat ini akan dikirimkan ke salah satu alamat antarmuka yang paling dekat
dengan router. Alamat anycast tidak mempunyai alokasi khusus, karena jika
beberapa node/interface diberikan prefix yang sama maka alamat tersebut sudah
merupakan alamat anycast.
- Alamat multicast adalah alamat yang
menunjukkan beberapa interface (biasanya untuk node yang berbeda). Paket yang
dikirimkan ke alamat ini maka akan dikirimkan ke semua interface yang
ditunjukkan oleh alamat ini. Alamat multicast ini didesain untuk menggantikan
alamat broadcast pada IPv4 yang banyak mengkonsumsi bandwidth.
Tabel alokasi alamat
IPv6 :
|
Alokasi
|
Binary
prefix
|
Contoh
16 bit pertama
|
|
Global
Unicast
|
001
|
2xxx atau 3xxx
|
|
Link
Local
|
1111 1110 10
|
FE8x - FEBx
|
|
Site
Local
|
1111 1110 11
|
FECx - FEFx
|
|
Multicast
|
1111 1111
|
FFxx
|
Selain alamat diatas
ada juga jenis pengalamatan lainnya diantaranya:
1. IPv4-compatible IPv6 address biasanya alamat
ini digunakan untuk mekanisme transisi Tunelling. Format alamatnya sebagai
berikut :
|
80
bits
|
16
bits
|
32
bits
|
|
0000
. . . . . . . . . . .0000
|
0000
|
IPv4
address
|
Contoh :
ð 0:0:0:0:0:0:192.168.30.1
--> ::192.168.30.1 --> ::C0A8:1E01
2. IPv4-mapped IPv6 address biasanya digunakan
untuk mekanisme transisi ISATAP.
|
80
bits
|
16
bits
|
32
bits
|
|
0000
. . . . . . . . . . .0000
|
FFFF
|
IPv4
address
|
Contoh :
ð ::FFFF:192.168.30.1 --> ::FFFF:C0A8:1E01
3. IPv6 over ethernet digunakan untuk stateless
autoconfiguration (pemberian alamat IPv6 secara otomatis tanpa memerlukan
server yang memberi alokasi IP address, seperti DHCP tetapi tanpa server).
Contoh :
00:90:27:17:FC:0F
/\
/ \
FF FE
Maka alamatnya menjadi : 00:90:27:FF:FE:17:FC:0F
Kemudian diblok pertama bit ketujuh diinvers
00:90:27:17:FC:0F
|
000000[0]0 bit yang dikurungi diinvers dari 0
--> 1
Maka sekarang menjadi :
02:90:27:FF:FE:17:FC:0F
Alamat tersebut adalah alamat IPv6 over ethernet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar