Daftar Isi
Desain Analisis
Perangkat Komputer dan NIC
§ Sejarah
Reduced Instruction Set Computing (RISC) atau
“Komputasi set instruksi yang disederhanakan” pertama kali digagas oleh John
Cocke, peneliti dari IBM di Yorktown, New York pada tahun 1974 saat ia
membuktikan bahwa sekitar 20% instruksi pada sebuah prosesor ternyata menangani
sekitar 80% dari keseluruhan kerjanya. Komputer pertama yang menggunakan konsep
RISC ini adalah IBM PC/XT pada era 1980-an. Istilah RISC sendiri pertama kali
dipopulerkan oleh David Patterson, pengajar pada University of California di
Berkely.
§ Definisi
RISC, yang jika diterjemahkan berarti “Komputasi Kumpulan Instruksi yang
Disederhanakan”, merupakan sebuah arsitektur komputer atau arsitektur
komputasi modern dengan instruksi-instruksi dan jenis eksekusi yang paling
sederhana. Arsitektur ini digunakan pada komputer dengan kinerja tinggi,
seperti komputer vektor. Selain digunakan dalam komputer vektor, desain ini
juga diimplementasikan pada prosesor komputer lain, seperti pada beberapa
mikroprosesor Intel 960, Itanium (IA64) dari Intel
Corporation, Alpha AXP dari DEC, R4x00 dari MIPS
Corporation, PowerPC dan Arsitektur POWER dari International
Business Machine. Selain itu, RISC juga umum dipakai pada Advanced RISC
Machine (ARM) dan StrongARM (termasuk di antaranya adalah
Intel XScale), SPARC dan UltraSPARC dari Sun Microsystems,
serta PA-RISC dari Hewlett-Packard.
Selain RISC, desain Central Processing Unit yang lain
adalah CISC (Complex Instruction Set Computing), yang jika
diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti Komputasi Kumpulan Instruksi
yang kompleks atau rumit.
§
Ciri-ciri
Prosesor RISC
Pertama, prosesor RISC mengeksekusi instruksi pada setiap satu siklus detak
(Robinson, 1987 : 144; Johnson, 1987 : 153). Hasil penelitihan IBM (International
Business Machine) menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan instruksi-instruksi
kompleks hasil kompilasi sangat kecil dibanding dengan instruksi-instruksi
sederhana. Dengan perancangan yang baik instruksi sederhana dapat dibuat agar
bisa dieksekusi dalam satu siklus detak. Ini tidak berarti bahwa dengan
sendirinya prosesor RISC mengeksekusi program secara lebih cepat dibanding
prosesor CISC. Analogi sederhananya adalah bahwa kecepatan putar motor (putaran
per menit) yang makin tinggi pada kendaraan tidaklah berarti bahwa jarak
yang ditempuh kendaraan (meter per menit) tersebut menjadi lebih jauh,
karena jarak tempuh masih bergantung pada perbandingan roda gigi yang dipakai.
Kedua, instruksi pada prosesor RISC memiliki format-tetap, sehingga
rangkaian pengontrol instruksi menjadi lebih sederhana dan ini berarti
menghemat penggunaan luasan keping semikonduktor. Bila prosesor CISC (misalnya
Motorola 68000 atau Zilog Z8000) memanfaatkan 50% – 60% dari luas keping
semikonduktor untuk rangkaian pengontrolnya, prosesor RISC hanya memerlukan
6%-10%. Eksekusi instruksi menjadi lebih cepat karena rangkaian menjadi lebih
sederhana (Robinson, 1987 : 144; Jonhson 1987 : 153).
Ketiga, instruksi yang berhubungan dengan memori hanya instruksi isi (load)
dan instruksi simpan (store) , instruksi lain dilakukan dalam
register internal prosesor. Cara ini menyederhanakan mode pengalamatan (addressing)
dan memudahkan pengulangan kembali instruksi untuk kondisi-kondisi khusus
yang dikehendaki (Robinson, 1987 : 144; Jonhson, 1987: 153). Dengan ini pula
perancang lebih menitikberatkan implementasi lebih banyak register dalam cip
prosesor. Dalam prosesor RISC, 100 buah register atau lebih adalah hal yang
biasa. Manipulasi data yang terjadi pada register yang umumnya lebih cepat
daripada dalam memori menyebabkan prosesor RISC berpotensi beroperasi lebih cepat.
Keempat, prosesor RISC memerlukan waktu kompilasi yang lebih lama daripada
prosesor RISC. Karena sedikitnya pilihan instruksi dan mode pengalamatan yang
dimiliki prosesor RISC, maka diperlukan optimalisasi perancangan kompilator
agar mampu menyusun urutan instruksi-instruksi sederhana secara efisien dan
sesuai dengan bahasa pemrograman yang dipilih. Keterkaitan desain prosesor RISC
dengan bahasa pemrograman memungkinkan dirancangnya kompilator yang dioptimasi
untuk bahasa target tersebut.
§ Fase Awal Perkembangan Prosesor RISC
Ide Dasar
Ide dasar prosesor
RISC sebenarnya bisa dilacak dari apa yang disarankan oleh Von Neumann pada
tahun 1946. Von Neumann menyarankan agar rangkaian elektronik untuk konsep
logika diimplementasikan hanya bila memang diperlukan untuk melengkapi sistem
agar berfungsi atau karena frekuensi penggunaannya cukup tinggi (Heudin, 1992 :
18). Jadi ide tentang RISC, yang pada dasarnya adalah untuk menyederhanakan
realisasi perangkat keras prosesor dengan melimpahkan sebagian besar tugas
kepada perangkat lunaknya, telah ada pada komputer elektronik pertama. Seperti
halnya prosesor RISC, komputer elektronik pertama merupakan komputer
eksekusi-langsung yang memiliki instruksi sederhana dan mudah didekode.
Hal yang sama
dipercayai juga oleh Seymour Cray, spesialis pembuat superkomputer. Pada tahun
1975, berdasarkan kajian yang dilakukannya, Seymour Cray menyimpulkan bahwa
penggunaan register sebagai tempat manipulasi data menyebabkan rancangan
instruksi menjadi sangat sederhana. Ketika itu perancang prosesor lain lebih
banyak membuat instruksi-instruksi yang merujuk ke memori daripada ke register
seperti rancangan Seymour Cray. Sampai akhir tahun 1980-an komputer-komputer
rancangan Seymour Cray, dalam bentuk superkomputer seri Cray, merupakan
komputer-komputer dengan kinerja sangat tinggi.
Pada tahun 1975,
kelompok peneliti di IBM di bawah pimpinan George Radin, memulai merancang
komputer berdasar konsep John Cocke. Berdasarkan saran John Cocke, setelah
meneliti frekuensi pemanfaatan instruksi hasil kompilasi suatu program, untuk
memperoleh prosesor berkinerja tinggi tidak perlu diimplementasikan instruksi
kompleks ke dalam prosesor bila instruksi tersebut dapat dibuat dari
instruksi-instruksi sederhana yang telah dimilikinya. Kelompok IBM ini
menghasilkan komputer 801 yang menggunakan instruksi format-tetap dan dapat
dieksekusi dalam satu siklus detak (Robinson, 1987 : 143). Komputer 801 yang
dibuat dengan teknologi ECL (emitter-coupled logic) , 32 buah register, chace
terpisah untuk memori dan instruksi ini diselesaikan pada tahun 1979.
Karena sifatnya yang eksperimental, komputer ini tidak dijual di pasaran.
Prosesor RISC Berkeley
Kelompok David
Patterson dari Universitas California memulai proyek RISC pada tahun 1980
dengan tujuan menghindari kecenderungan perancangan prosesor yang perangkat
instruksinya semakin kompleks sehingga memerlukan perancangan rangkaian kontrol
yang semakin rumit dari waktu ke waktu. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa
implementasi instruksi yang kompleks ke dalam perangkat instruksi prosesor
justru berdampak negatif pemakaian instruksi tersebut dalam kebanyakan program
hasil komplikasi (Heudin, 1992 : 22). Apalagi, instruksi kompleks itu pada
dasarnya dapat disusun dari instruksi-instruksi sederhana yang telah dimiliki.
Rancangan prosesor
RISC-1 ditujukan untuk mendukung bahasa C, yang dipilih karena popularitasnya
dan banyaknya pengguna. Realisasi rancangan diselesaikan oleh kelompok
Patterson dalam waktu 6 bulan. Fabrikasi dilakukan oleh MOVIS dan XEROX dengan
menggunakan teknologi silikon NMOS (N-channel Metal-oxide Semiconductor) 2
mikron. Hasilnya adalah sebuah cip rangkaian terpadu dengan 44.500 buah
transistor (Heudin, 1992 : 230). Cip RISC-1 selesai dibuat pada musim panas
dengan kecepatan eksekusi 2 mikrosekon per instruksi (pada frekuensi detak 1,5
MHz), 4 kali lebih lambat dari kecepatan yang ditargetkan. Tidak tercapainya
target itu disebabkan terjadinya sedikit kesalahan perancangan, meskipun
kemudian dapat diatasi dengan memodifikasi rancangan assemblernya.
Berdasarkan hasil
evaluasi, meskipun hanya bekerja pada frekuensi detak 1,5 MHz dan mengandung
kesalahan perancangan, RISC-1 terbukti mampu mengeksekusi program bahasa C
lebih cepat dari beberapa prosesor CISC, yakni MC68000, Z8002, VAX-11/780, dan
PDP-11/70.
Hampir bersamaan
dengan proses fabrikasi RISC-1, tim Berkeley lain mulai bekerja untuk merancang
RISC-2. Cip yang dihasilkan tidak lagi mengandung kesalahan sehingga mencapai
kecepatan operasi yang ditargetkan, 330 nanosekon tiap instruksi (Heudin, 1992
: 27-28).
Prosesor RISC Stanford
Sementara proyek
RISC-1 dan RISC-2 dilakukan kelompok Patterson di Universitas California, pada
tahun 1981 itu juga John Hennessy dari Universitas Stanford mengerjakan proyek
MIPS (Microprocessor without Interlocked Pipeline Stages) .
Pengalaman riset tentang optimasi kompilator digabungkan dengan teknologi
perangkat keras RISC merupakan kunci utama proyek MIPS ini. Tujuan utamanya
adalah menghasilkan cip mikroprosesor serbaguna 32-bit yang dirancang untuk
mengeksekusi secara efisien kode-kode hasil kompilasi (Heudin, 1992: 34).
§
Arah
Perkembangan Prosesor RISC
Kebanyakan riset
tentang prosesor RISC ditujukan untuk memperbaiki kinerja sistem komputer
secara keseluruhan. Analisis yang mendalam menunjukkan bahwa ada dua arah perkembangan
penting prosesor RISC yaitu upaya ke arah pemanfaatan teknologi proses yang
mampu menghasilkan prosesor cepat, misalnya teknologi bipolar ECL (emitter-coupled
logic) serta pemanfaatan bahan semikonduktor GaAs (galium arsenida). Arah
lain adalah upaya untuk merancang arsitektur multiprosesor dan mengintegrasikan
unit-unit fungsional pendukung pemrosesan paralel dalam satu cip.
§ Contoh
Prosesor dengan Arsitektur RISC
1.Intel Itanium
Intel Itanium adalah
sebuah prosesor 64-bit yang
dikembangkan oleh Intel dan Hewlett-Packard, yang menggunakan arsitektur IA-64 (Intel Architecture 64-bit). Pada saat
dikembangkan, prosesor ini diberi nama kode prosesor Merced, dan dirilis
pada tanggal 29 Mei 2001. Prosesor ini ditujukan untuk pasar high-end server yang membutuhkan kinerja tinggi dan bersifat mission-critical.
Prosesor Itanium
melakukan pengumpulan terhadap instruksi-instruksi yang hendak dieksekusi. Tiga
instruksi 41-bit akan dikelompokkan menjadi 1 buah instruksi 128-bit dan 5-bit
tambahan yang disebut dengan template yang menentukan informasi (yang
dibuat oleh kompiler bahasa pemrograman) tentang bagaimana instruksi-instruksi tersebut dapat dieksekusi secara
paralel. Pengelompokan ini, dinamakan dengan instruction bundling
(pembundelan instruksi). Informasi dalam template digunakan oleh prosesor untuk
menjadwalkan eksekusi instruksi secara paralel pada unit FMAC untuk menjalankan
operasi superskalar. Fitur seperti ini disebut dengan Explicitly Parallel
Instruction Computing (EPIC) yang dapat dianggp sebagai perluasan terhadap
konsep desain instruksi Very Long Instruction Word (VLIW). Dalam arsitektur
instruksi VLIW, setiap instruksi menetapkan sejumlah operasi yang berbeda yang
dapat diterapkan secara paralel terhadap setiap operand yang bersifat mandiri.
Nama Prosesor
|
Intel Itanium
|
Merced
|
|
Kisaran kecepatan
|
733 MHz,
800 MHz
|
Proses manufaktur
|
180 nanometer
|
Cache Level-1
|
32
Kilobyte (16 KB data cache ditambah 16 KB instruction cache yang mampu
mengirimkan dua instruction bundle [256-bit] tiap siklus)
|
Jenis Cache Level-1
|
Set Associative, 4-way, dengan ukuran blok 32 byte
|
Cache Level-2
|
96
Kilobyte, on die, yang berjalan pada kecepatan penuh
|
Jenis Cache Level-2
|
Set Associative, 6-way, dengan ukuran blok 64 byte
|
Cache Level-3
|
2048 KB
atau 4096 KB on-cartridge, yang berjalan pada kecepatan penuh
|
Jenis cache Level-3
|
Set Associative, 4-way. Berkomunikasi dengan cache level-2 dengan lebar bandwidth
128-bit, sehingga menghasilkan throughput maksimal 12,8 Gigabyte/s.
|
Kecepatan Front Side Bus
|
266 MHz
|
64 bit
|
|
Maksimum bandwidth memori
|
2128
MByte/s
|
Jumlah transistor
|
25 juta (inti prosesor), ditambah 150 juta transistor (untuk 2048 KB
cache Level-3) atau 300 juta (untuk 4096 KB cache Level-3)
|
Jenis Package prosesor
|
Cartridge
(sama seperti Pentium II/III), yang
dinamakan dengan Pin Array Cartridge (PAC). Cartridge yang digunakan mencakup
cache Level-3.
|
Intekoneksi ke motherboard
|
Socket 418 pin (bukan slot, seperti Pentium II/III).
|
Berat package prosesor
|
kira-kira
170 gram
|
2.
UltraSPARC
UltraSPARC adalah mikroprosesor yang
dikembangkan oleh Sun Microsystems yang sekarang menjadi bagian dari Oracle
Corporation dan dibuat oleh Texas Instruments yang mengimplementasikan SPARC V9
set instruksi arsitektur ( ISA ) . Saat itu diperkenalkan pada pertengahan 1995
. Itu adalah mikroprosesor pertama dari Sun Microsystems untuk melaksanakan
SPARC V9 ISA . Marc Tremblay adalah co - microarchitect .
Spesifikasinya :
Produced
|
From 1995 to 1997
|
Designed by
|
|
143 MHz to 200 MHz
|
|
1
|
3.
PowerPC
PowerPC
( akronim untuk Optimasi Kinerja Dengan Peningkatan RISC - Performance
Computing , kadang-kadang disingkat PPC ) adalah sebuah arsitektur set
instruksi RISC diciptakan oleh 1991 Apple IBM - Motorola aliansi , yang dikenal
sebagai AIM . PowerPC , sebagai set instruksi berkembang , telah sejak tahun
2006 diubah namanya Daya.
Awalnya
ditujukan untuk komputer pribadi, PowerPC CPU sejak menjadi populer sebagai
tertanam dan prosesor kinerja tinggi . PowerPC adalah landasan PReP AIM dan
umum Referensi Perangkat inisiatif platform pada 1990-an dengan arsitektur
terkenal yang digunakan oleh Apple Macintosh garis 1994-2006 ( sebelum transisi
Apple ke Intel ), penggunaannya dalam konsol permainan video dan tertanam
aplikasi yang disediakan berbagai kegunaan.
PowerPC
sebagian besar didasarkan pada IBM sebelumnya DAYA set instruksi arsitektur,
dan mempertahankan tingkat tinggi kompatibilitas dengan itu, arsitektur tetap
cukup dekat bahwa program yang sama dan sistem operasi akan berjalan di kedua
jika beberapa perawatan diambil dalam persiapan, chip baru di seri DAYA
menerapkan penuh PowerPC set instruksi .
Designer
|
|
Bits
|
|
Introduced
|
1992
|
Version
|
2.02
|
Design
|
RISC
|
Type
|
|
Encoding
|
Fixed/Variable (Book E)
|
Condition code
|
|
Extensions
|
AltiVec, APU
|
32
GPR, 32 FPR
|
|
§ Definisi
Complex instruction-set computing atau Complex Instruction-Set Computer (CISC;
“Kumpulan instruksi komputasi kompleks”) adalah sebuah arsitektur dari set
instruksi dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat
rendah, seperti pengambilan dari memory, operasi aritmetika, dan penyimpanan ke
dalam memory, semuanya sekaligus hanya di dalam sebuah instruksi. Karakteristik
CISC dapat dikatakan bertolak-belakang dengan RISC.
Contoh-contoh prosesor CISC adalah System/360, VAX, PDP-11, varian Motorola
68000 , dan CPU AMD dan Intel x86.
Setelah melihat perkembangan lebih lanjut dari desain dan implementasi baik
RISC dan CISC. Implementasi CISC paralel untuk pertama kalinya, seperti 486
dari Intel, AMD, Cyrix, dan IBM telah mendukung setiap instruksi yang digunakan
oleh prosesor-prosesor sebelumnya, meskipun efisiensi tertingginya hanya saat
digunakan pada subset x86 yang sederhana (mirip dengan set instruksi RISC, tetapi
tanpa batasan penyimpanan/ pengambilan data dari RISC). Prosesor-prosesor
modern x86 juga telah menyandikan dan membagi lebih banyak lagi
instruksi-instruksi kompleks menjadi beberapa “operasi-mikro” internal yang
lebih kecil sehingga dapat instruksi-instruksi tersebut dapat dilakukan secara
paralel, sehingga mencapai performansi tinggi pada subset instruksi yang lebih
besar.
Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah
melaksanakan suatu instruksi cukup dengan beberapa baris bahasa mesin yang
relatif pendek sehingga implikasinya hanya sedikit saja RAM yang digunakan
untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut. Arsitektur CISC menekankan pada
perangkat keras karena filosofi dari arsitektur CISC yaitu bagaimana
memindahkan kerumitan perangkat lunak ke dalam perangkat keras.
Perbedaan
antara processor RISC dan CISC dapat dilihat dari hal-hal berikut :
1. Daya yang dibutuhkan RISC membutuhkan sedikit daya dibandingkan dengan
CISC.
2. Kecepatan komputasi CISC jauh lebih unggul, kemudian dengan metode
pengalamatan RISC lebih unggul dalam kecepatan dengan menggunakan pengalamatan
secara langsung.
3. Harga CISC puluhan kali lipat dari RISC karena kompleksotas dari CISC.
4. Keduanya mengemisikan panas hanya saja pada CISC dibutuhkan sistem
pendinginan.
5. Untuk interrupt pada RISC lebih mudah diterapkan dan lebih cepat.
6. Keuntungan dari CISC pada sistem operasi yang lebih mudah
pengimplementasiannya dibandingkan dengan RISC.
7. Kelebihan CISC terdapat dalam pengimplementasian menggunakan software
dimana akan lebih memudahkan programmer, dimana untuk RISC software yang dibuat
akan jauh lebih kompleks dikarenakan instruksinya yang sedikit
8. Kelebihan dari RISC yaitu kesederhanaan dari instruksinya. Dengan jumlah
instruksi yang lebih sedikit maka jumlah transistor yang dibutuhkan semakin sedikit
yang tentu saja berujung pada murahnya sistem ini dibandingkan dengan
seterunya. Selain itu dengan lebih sedikitnya instruksi hanya pada instruksi
yang sering digunakan saja maka waktu komputasi komputer akan semakin sedikit.
9. Kelebihan utama dari RISC adalah fasilitas prefatch dan pipe
line, untuk CISC sendiri eksekusi dilakukan secara sekuensial.
§ Contoh
prosesor dengan arsitektur CISC
1. 2003:Intel ® Pentium® M Processor
Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS
2100 adalah komponen dari Intel® Centrino™. Intel Centrino dibuat untuk
memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa
kemana-mana.
2. 2004: Intel E7520/E7320 Chipsets
7320/7520
dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400
memory, and PCI Express peripheral interfaces.
3. Core i3
Core i3 530 berjalan
pada 2.93GHz dan tidak memiliki fitur turbo mode.
Core i3 530
akan berjalan pada 1.33GHz pada frekuensi terendah, dan tidak lebih
cepat daripada 2.93GHz pada full load. Fitur turbo boost yang hilang merupakan pengorbanan, karena 530 masih
memiliki 4MB. L3 cache dibagi
antara kedua core.
4. Corei5
Uncore i5 berjalan pada clock 2.13GHz, turun dari
2.40GHz. Kinerja yang harus terluka sedikit dibandingkan dengan simulasi Intel
Core i3. Selain Turbo Boost hal lain yang Anda korbankan adalah AES
acceleration. Westmere’s AES (AES-NI) menonaktifkan-nya pada semua
jenis Intel Core i3. Harus ada beberapa alasan bagi pengguna untuk memilih i5
sebagai gantinya.
6. Core I7
Pasalnya Intel telah keluarkan Core terbarunya yakni
Core i7 dengan chipset 58. Core i7 akan hadir dengan 3 rasa: Core i7-965
Extreme Edition, Core i7-940, dan Core i7-920. Semua processors tersebut hadir
dengan 4 cores, Hyper-Threading, 8MB dengan L3 cache memory. Mereka dibuat
dengan teknologi manufaktur 45nm.
Digunakan untuk kantor terpencil dan usaha kecil, ™
PowerEdge Dell ™ 840 server yang memberikan fitur canggih dengan harga
terjangkau. Kinerja fleksibel untuk beberapa aplikasi yang optimal, PowerEdge
840 mendukung Dual-Core Intel ® Xeon ® 3000 Urutan Prosesor dengan teknologi
dual-core baru yang menggabungkan dua proses core ke dalam sebuah chip prosesor
tunggal. Tujuan umum server adalah untuk
aplikasi workgroup kecil seperti pesan dan menyediakan berbagi akses Internet
dan Web untuk melayani karyawan. Kekuatan pemrosesan dual core dapat
menyebabkan peningkatan dramatis dalam kinerja dan efisiensi daya dibandingkan
dengan prosesor single core .
Jika Anda membutuhkan kinerja yang
luar biasa dengan harga nilai , Intel Pentium ® sangat cocok untuk aplikasi
tunggal . Dan untuk file sederhana dan tugas cetak, PowerEdge 840 server yang
dilengkapi dengan prosesor Intel Celeron ® entrypriced menyediakan sesuai untuk
organisasi Anda .
Keandalan dan ketersediaan
Menjaga operasi server Anda yang
terbaik adalah bagian penting dari solusi hemat biaya. PowerEdge 840 server
dibangun untuk membantu memastikan uptime maksimum dan perlindungan data. akses
depan SAS atau SATA hard drive menyederhanakan beralih drive dengan downtime
minimum, terutama kenyaman fitur untuk lingkungan point-of-sale yang perlu
memperbarui database. Dan hot-plug SAS /
SATA RAID array berarti jika drive gagal, penggunaan server dapat melanjutkan.
Selain itu, PowerEdge 840 server yang kompatibel dengan tape backup kapasitas
tinggi dan eksternal solusi penyimpanan untuk perlindungan data dan
ketersediaan. Hal ini dapat mendukung IDE atau SCSI unit internal yang tape
backup, tape SCSI eksternal, dan langsung melampirkan sistem penyimpanan.
Kemudahan Pengelolaan Remote Dan Lokal
Manajemen server melintasi jarak jauh
bisa efisiensi dan efektivitas biaya PowerEdge 840 server yang dirancang khusus
untuk memberikan manajer yang luar biasa untuk daerah terpencil dan kemampuan
manajemen TI. Server dilengkapi dengan alat manajemen yang komprehensif yang
dapat membantu mengurangi tangan -on perawatan dan biaya kepemilikan . Dell
Server Asisten menyediakan setup yang mudah , instalasi sistem operasi dan
fungsi konfigurasi , sedangkan OpenManage Dell ™ IT Asisten Suite membantu
memastikan pengelolaan sederhana untuk kehidupan server Anda . Dan Dell Jauh
Kartu Akses Keamanan ( Drac ) membuat akses remote , monitoring , dan
troubleshooting lebih mudah dari sebelumnya. Dell Services menawarkan sistem
operasi pra-instal, Integrasi Custom Pabrik untuk perangkat pra-konfigurasi dan
perangkat lunak, dan Server Service Instalasi di situs Anda. PowerEdge 840
server memberikan usaha kecil dan kantor remote fleksibel , terjangkau , dapat
diandalkan , dan mudah - untuk-mengelola solusi.
Layanan global Dell
Global Services Dell menyederhanakan
pengelolaan lingkungan TI sehingga
berjalan cepat , biaya distribusi yang rendah. Anda membayar hanya untuk
layanan yang Anda butuhkan, mendapatkan
instan akses ke inovasi terbaru tanpa investasi infrastruktur tambahan, dan
mengambil bisnis Anda dari pemeliharaan untuk momentum . Banyak layanan TI saat
ini sudah ketinggalan jaman, mahal, tidak fleksibel dan orang - intensif.
Akibatnya , bisnis dapat dibebani dengan kontrak panjang , terjebak dalam tua
teknologi dan pengeluaran lebih dari diperlukan . Dell mengubah semua itu
dengan mengintegrasikan cutting edge teknologi ke produk dan infrastruktur
layanan global untuk selamanya mengubah cara layanan disampaikan, dibeli dan
dikelola. Penyadapan langsung ke Dell kelas dunia, sumber daya dan platform
cara ini akan lebih mudah untuk merebut kembali
Waktu berharga dan sumber daya
TI. Banyak dari layanan investasi Dell telah dibuat tersedia melalui atau dalam
hubungannya dengan jaringan global Dell PartnerDirect mitra saluran. Untuk
lebih Informasi silahkan kunjungi www.dell.com / jasa atau hubungi Dell lokal
PartnerDirect mitra terdaftar .
Fitur
|
DELL™ POWEREDGE™ 840 SERVER
|
Form Factor
|
Tower only
|
Prosesor
|
Dual-Core Intel ® Xeon ® prosesor 3000
Prosesor Intel Pentium ®
Prosesor Intel Celeron ®
|
Processor
Sockets
|
1
|
Front Side
Bus atau
HyperTransport
|
|
Cache
|
Sampai 4MB
|
Chipset
|
Intel 3000
|
Memory
|
512MB-8GB DDR-2 533/667 ECC SDRAM
|
I/O Slots
|
Lima total: dua slot PCI Express ™ (1x8 lajur dan 1x1 jalur); dua PCI-X ® slot (64-bit/133MHz, 3.3V); satu slot PCI (32-bit/33MHz)
|
Drive Controller
|
Embedded SATA; optional SAS
|
RAID Controller
|
SAS 6iR, PERC 6i, SAS 5/iR, PERC 5/i
w/ battery, PERC 5/E
|
Bays hard
|
4 x 3.5” cabled or front access/hot
plug SATA or SAS Hard Drive Bays 1 x
5.25” optional CD/DVD-ROM, CD-RW/DVD combo, DVD, DVD RW 1 x 5.25” optional half-height
internal TBU 1 x 3.5” floppy
|
Penyimpanan Internal maksimum
|
4.0TB (4x1.0TB) SAS
4.0TB (4x1.0TB) SATA
|
Hard Drives1
|
3.5” SAS (10k rpm): 73GB, 146GB,
300GB, 400GB; 3.5” SAS (15k rpm): 73GB, 146GB, 300GB, 450GB; 3.5” SATA (7.2k
rpm): 160GB, 250GB, 500GB, 750GB, 1.0TB
|
Network Interface Cards
|
Single embedded Broadcom Gigabit 2
NIC;
Optional dual port Intel x4 PCIe Gigabit2 NIC;
Optional single port Intel PCIe Gigabit2
NIC;
Optional Broadcom x1 PCIe Gigabit2
Optional Broadcom x4 PCIe Gigabit2NIC w/ TOE Power Supply
|
Availability Ketersediaan
|
DDR2-533/667 ECC memory; hot-plug
SAS or SATA
|
Video
|
Embedded ATI ES1000 with 16MB memory
|
Remote Management
|
Standard BMC with IPMI 1.5 support;
optional DRAC 4/p for advanced
capabilities Systems
|
Systems Management
|
DellTM OpenManageTM Rack Support
|
Operating Systems
|
-
Microsoft Windows®
Storage Server 2003 R2
-
Microsoft Windows Server
2008 w/ Hypervisor
-
Microsoft Windows Server
2008 Foundation
-
Microsoft Windows Server
2008 Small Business Server
-
Windows 2003 SBS
Standard and Premium
-
Red Hat® Enterprise
Linux® ES v3, v4 IA32, v4 for EM64T, 5.3
-
Novell SUSE® Linux ES9
-
Novell SUSE® Linux ES10
|
Embedded Hypervisor
|
NA
|
Spesifikasi
IBM System X3250 M4
•
Desainnya
Memberikan kinerja inovatif pada generasi yang akan dating
•
Menawarkan
berbagai pilihan konfigurasi dan fleksibilitas untuk penghematan biaya
•
IBM
Server menciptakan produk dengan perlindungan data yang terintegrasi dan mampu
memanajemen sistem
Hemat
Biaya
IBM System x3250
M4 Server memberikan teknologi prosesor terbaru Intel ultra - kecil ,
single-socket rak server . Harga untuk nilai dan dibangun untuk kinerja, x3250
M4 menawarkan kapasitas besar memori 1600 MHz,
ServeRAID - C100 standar teknologi dan adapter jaringan ganda . The
x3250 M4 memenuhi sertifikasi 80 - PLUS ® untuk unit catu daya untuk memungkinkan
efisiensi energi yang lebih besar dan penghematan.
Perkembangan
yang fleksibel
Dengan subsistem
fleksibel dan berbagai pilihan konfigurasi , adaptor NIC dual-port baru
dirancang pada slot x4 , yang menawarkan PCIe x8 slot yang bebas . The x3250 M4
memungkinkan Anda untuk memilih tingkat daya komputasi yang Anda butuhkan hari
ini dan berkembang untuk memenuhi kebutuhan aplikasi meningkat . Pilih hard
disk drive ukuran dan kapasitas penyimpanan , prosesor atau dual- atau quad
-core RAID dengan perlindungan yang lebih canggih .
Keunggulan
fitur produk
•
Teknologi
inovatif menyediakan prosesor terbaru dan kapasitas memori yang besar , dalam
1U footprint
•
desain
Power- efisien membantu menghemat biaya energi
•
harga
terjangkau
•
alat
yang Terpadu mendukung penyebaran dan manajemen yang mudah
•
IBM
diuji dan disertifikasi dengan kualitas
yang handal
•
Kaya
akan fitur keamanan untuk memenuhi persyaratan keamanan saat ini.
Spesifikasi hardware
•
Pilihan
prosesor Intel Xeon E3 - 1200v2 seri , Intel Core i3 seri 2100 , atau Intel
Pentium seri
•
DDR
- 3 ECC memori tingkat server , hingga 1600 MHz , didukung 32 GB UDIMM
•
adapter
NIC dual-port didedikasikan pada slot x4
•
3,5
inci sederhana -swap SATA atau empat 2.5-inch hot-swap/simple-swap SAS / SATA
HDD ( Model tergantung / CTO )
•
Standar
ServeRAID - C100 untuk IBM System x ® mendukung RAID - 0 atau -1
•
Hardware
RAID - 0 , -1 merupakan standar untuk model SAS (Model tergantung)
•
Pilihan
antara power supply unit tetap atau berlebihan dengan 80 - PLUS efisiensi
energi bersertifikat
Network interface card (NIC) atau network
card adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke
sebuah jaringan komputer.Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut
sebagai MAC address yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.
Jenis NIC yang beredar antara lain :
1. NIC Fisik
NIC fisik umumnya berupa kartu yang dapat
ditancapkan ke dalam sebuah slot dalam motheboard komputer,yang dapat berupa
kartu dengan bus ISA,bus PCI,bus EISA,bus MCA atau bus PCI Express.Selain dari
kartu yang ditancapkan ke dalam mottherboard,NIC fisik juga dapat berupa kartu
eksternal yang berupa kartu demgan bus USB,PCMCIA,bus serial,bus paralel atau
Express Card,sehungga meningkatkan mobilitas (bagi pengguna yang mobile).Contoh
NIC yang bersifat adalah NIC Ethernet,Token Ring,dan lainnya.Tugas NIC adalah
untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data
serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan.
Kartu NIC Fisik terbagi menjadi dua jenis:
o Kartu NIC dengan media jaringan yang spesifik
(Media=specific NiC);yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis
berdasarkan media jaringan yang digunakan.Contohnya adalah NIC Ethernet
yangdapat berupa Twisted-Pair (UTP ATAU STP),Thinnet atau Thicknet atau bahkan
tanpa kabel (wireless ethernet).
o Kartu NIC dengan arsitektur jaringan yang spesifik
(architecture-specific NIC);yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa
jenis sesuai dengan arsitektur jaringan yang digunakan.Contohnya
adalah Ethernet,Token Ring serta FDDI (Fiber Distributed Data Interface).
2. NIC Logis
NIC logis merupakan jenis NIC yang tidak ada
secara fisik dan menggunakan sepenuhnya perangkat lunak yang diinstalasikan di
atas sistem operasi dan bekerja seolah-olah diirinya adalah sebuah NIC.Contoh
NIC yang bersifat logis adalah lookback adapter dan dial-up adapter.
Jenis bus yang digunakan untuk NIC
terdiri atas ISA, PCI, PCMCIA.
1) ISA(Industry
Standard Architecture). Dulu, bus jenis ini digunakan pada IBM PC. Data
ditransfer menggunakan jalur 8 bit Bekerja dalam CPU jenis 8086 dan 8088
Memiliki kecepatan 8 Mbps
Digunakan pada printer, modem, sound card.
Digunakan pada printer, modem, sound card.
2) PCI
(Peripheral Component Interface), dapat melakukan transfer data 32 bit dalam
satu waktu
Sudah mendukung teknologi plug and play terbaru PCI sebenarnya digunakan untuk meningkatkan kecepatan grafis.
Sudah mendukung teknologi plug and play terbaru PCI sebenarnya digunakan untuk meningkatkan kecepatan grafis.
3) PCMCIA
(Personal Computer Memory Card International Association). Ditujukan untuk
laptop dan notebook, PCMCIA v1.0 merupakan standar untuk memory card, PCMCIA
v2.0 sudah digunakan untuk modem, disk drive, dan network card.
Jenis
kabel yang digunakan NIC untuk Wired Network
a) BNC Connector
·
Berbentuk silinder, dengan 2 prongs untuk
menghubungkan
·
Terbuat dari tembaga
·
Menggunakan T-connector jika dihubungkan
dengan network adaptor
b) RJ-45
Connector
·
Seperti kabel telepon biasa, tetapi bentuknya
lebih besar
c) UTP
(unshielded twisted-pair)
Kabel yang
digunakan untuk pengaturan jaringan 10BaseT/100BaseTX
d) Ethernet
·
Merupakan teknologi pertama LAN
·
Kecepatan hanya 10 Mbps
e) Fast Ethernet
·
Kecepatan sudah mencapai 100 Mpbs
f) Gigabit
Ethernet
·
Beroperasi pada kecepatan 1.000 Mpbs
·
Ada 2 standar, yaitu 802.3z untuk jaringan
berbasis fiber optik dan 802.3ab untuk jaringan berbasis twisted pair
Jenis
dari NIC adalah sebagai berikut:
1. PCI Adapter
PCI
(Peripheral Component Interconnect) adalah bus yang pada awalnya didesign untuk
menggantikan Bus ISA/EISA yang dipakai dalam system komputer IBM. Dirilis
pertama kali tahun 1992 dan masih banyak dipakai sampai sekarang ini untuk
komputer desktop yang mempunyai slot PCI tentunya. Dari jenis adapter jaringan
ada dua macam pemakaian yaitu yang untuk adapter jaringan kabel dan untuk
adapter jaringan wireless atau jaringan nirkabel. Gambar berikut menunjukkan
slot PCI pada motherboard komputer dan kartu jaringan PCI untuk LAN dan untuk
wireless.
2. USB Adapter
USB
(Universal Serial Bus) adalah standard Bus serial yang mempunyai design
asimmetris dan di design sebagai slot yang sangat praktis untuk menghilangkan
perlunya tambahan slot PCI pada komputer. USB mempunyai kemampuan PnP (Plug and
Play – pasang dan mainkan) sehingga saat dipasang di komputer tidak memerlukan
suatu reboot komputer. Kartu jaringan wireless USB, yang banyak dipakai karena
sifatnya yang praktis dan banyak dipakai untuk kartu jaringan wireless. Tidak
ada kartu jaringan LAN yang memakai slot USB kecuali yang dari jenis wireless.
Kartu
jaringan wireless ini ada beberapa macam tergantung standard
technology yang digunakan, meliputi:
1) Kartu jaringan
USB wireless-B yang beroperasi berdasarkan standard Wireless 802.11B dan
bekerja dengan kecepatan maksimum 11 Mbps menggunakan frequency band 2,4 GHz,
berbagi jaringan dengan kapasitas keluaran secara real sampai 7 Mbps. Mempunyai
jangkauan yang bagus tapi mudah dipengaruhi oleh interferensi radio.
2) Kartu
jaringan USB wireless-G yang beroperasi berdasarkan standard Wireless 802.11G
dan bekerja dengan kecepatan maksimum 54 Mbps, yang merupakan pengembangan dari
versi 802.11b. Ada beberapa model yang menggunakan technology wireless-G ini
yang dipercepat dengan ditambah teknologi MIMO yang bisa menghasilkan kecepatan
sampai 180 Mbps ideal.
3) Kartu
jaringan USB wireless-N yang menggunakan standard technology wireless paling
cepat saat ini yaitu draft 802.11N. walaupun masih draft (belum final) akan
tetapi hampir semua pabrik pembuat piranti wireless mengadopsi technology ini.
Anda tidak perlu khawatir masalah compatibility dari standard wireless-N ini
karena setiap produk wireless-N yang lulus uji certifikasi “Wi-Fi Certified”
berarti dia sudah teruji kompatibilitynya dengan jaringan standard sebelumnya
802.11B/G. biasanya ditandai dengan tanda certifikasi “Wi-Fi Certified”. Jenis
USB adapter wireless ini biasa digunakan baik untuk komputer desktop maupun notebook.
Gambar berikut ini menunjukkan beberapa model kartu jaringan USB dan tanda
certifikasi “Wi-Fi Certified” baik untuk wireless-G (yang compatible dengan
wireless-B) maupun yang untuk wireless-N (yang compatible dengan wireless-B/G).
Ada juga
beberapa model piranti USB ini menggabungkan technology 802.11N dan 802.11A
mengahsilkan adapter wireless –N dengan dual-band 2,4 GHz dan 5 GHz yang
biasanya bekerja secara simultan, memungkinkan anda memakai frequency band 5
GHz untuk kebutuhan applikasi atau aktivitas yang memerlukan bandwidth intensif
yang tinggi seperti streaming High Definition media. Jaringan dengan frequency
band 5 GHz ini relative lebih kebal terhadap interferensi dari frequency band
2,4 GHz dimana frequency 2,4 GHz ini banyak dipakai oleh peralatan rumah tangga
seperti cordless phone, open microwave, pembuka garasi automatis, dll. Untuk
adapter wireless dual band anda bisa memilih untuk bekerja di 2.4GHz atau 5GHz
band tergantung jaringan anda.
3. CardBus /PCMCIA
Kartu
jaringan Cardbus atau PCMCIA yang dipakai pada slot Cardbus atau PCMCIA dari
notebook. Kartu jaringan dari jenis Cardbus ini lebih banyak dipakai untuk
kartu jaringan wireless juga, walaupun pada awalnya banyak diproduksi adapter
LAN dengan speed 10 Mbps di era laptop jaman dulu yang tidak dilengkapi dengan
kartu jaringan onboard, sekarang sudah tidak ada lagi di
4. ExpressCard
Kartu
jaringan dari jenis ExpressCard adalah jenis baru yang mulai
banyak diadopsi oleh notebook belakangan ini mulai akhir tahun 2006-an.
Keuntungan utama dari technology ExpressCard dibanding CardBus adalah
peningkatan bandwidth yang sangat dramatis dibanding technology Cardbus. Kenapa
begitu? Kartu jaringan ExpressCard mempunyai koneksi langsung kepada system bus
melalui suatu jalur X1 Express PCI dan USB 2.0, sedangkan Cardbus menggunakan
controller interface yang hanya memakai interface PCI.
ExpressCard
mempunyai kapasitas keluaran bandwidth maksimum sampai 2,5 Gigabit per second
melalui PCI Express dan keluaran dari USB 2.0 sampai 480 Mbps khusus untuk
masing-2 slot ExpressCard. Sementara untuk Cardbus menggunakan share bus dengan
keluaran maksimum sampai 1,06 Gigabits per second saja secara sharing
bersama-sama. Sementara itu, power yang dipakai hampir separuh (1.5 V dan 3.3
V) dari power yang dipakai Cardbus (3.3 V dan 5.0 V).
Disamping
untuk wireless-N ExpressCard adapter, jenis kartu jaringan ExpressCard ini juga
ada yang digunakan untuk ExpressCard Gigabit LAN adapter dengan konektor RJ-45.
Dengan kartu jaringan ExpressCard LAN ini memungkinkan anda melakukan koneksi
ke jaringan Gigabit Switch dengan stabilitas yang ultra-solid pada kecepatan
tinggi. Sangat bagus untuk activitas yang membutuhkan bandwidth berlebihan
seperti media high definition (HD media), publishing media berkualitas tinggi,
jaringan berkapasitas tinggi, data sharing maupun database.
Hampir semua
komputer desktop maupun notebook sudah dilengkapi dengan adapter kartu
jaringan, khusus untuk laptop atau notebook disamping dilengkapi adapter
onboard NIC, mereka juga sudah dilengkapi dengan Wi-Fi baik yang berbasis
802.11B/G maupun yang seri terbaru sudah dilengkapi dengan Wi-Fi berbasis
802.11N yang juga compatible dengan 802.11B/G.
5. PCI Express
USB 3.0 Adapter
Sejak 2006,
sudah mulai banyak produk computer yang melengkapi motherboardnya dengan
PCIexpress dengan tersedianya slot PCIe. Sekarang ini banyak produk yang
memanfa’atkan slot PCIe ini antara lain USB port PCI Express adapter. PCIe
adapter ini mengusung port USB 3.0 SuperSpeed. Lihat juga mengenal lebih dekat
USB 3.0.
Salah contoh
dari adapter PCIe USB 3.0 ini adalah TRENDnet 2-Port USB 3.0 PCI Express
Adapter TU3-H2PIE. USB 3.0 ini PCI adapter ini mempunyai 2 port type A yang
bisa digunakan pada komputer yang mempunyai slot PCI Express. Adapter ini
dilengkapi dengan konektor power dari PC 4-pin untuk memberikan kekuatan power
kepada perangkat USB yang terhubung kepada USB portnya. Kecepatan data transfer
sungguh luar biasa sampai 5 Gbps lebih dari 10 kali lipat kecepatan transfer
rate dari USB 2.0 yang hanya sampai 480 Mbps. Tentunya port USB ini bisa
dipakai juga (compatible) dengan perangkat USB type 2.0. Tentunya kalau dpakai
pada perangkat USB 2.0 kecepatannya yach mengikuti jenis USB 2.0. Jadi kecepatan
transfer rate bisa maksimum jika menggunakan perangkat USB 3.0 juga misal
external Hard disk dari Iomega eGo 2 TB USB 3.0.
Masih ada
satu lagi, mini PCI-Express card wireless adapter. Adapter ini biasa diselipkan
di slot mini PCI di laptop yang umum digunakan pada kebanyakan laptop untuk
Wi-Fi adapter nya. Jenis ini tidak umum buat user karena harus membongkar
laptop yang tidak mungkin dilakukan oleh user kebanyakan.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar